EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia percaya pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, masih hidup tetapi mengalami luka. Sejak terpilih pada 8 Maret, Mojtaba belum pernah tampil di depan publik, dan pernyataan pertamanya pada 12 Maret dibacakan oleh seorang pembawa berita televisi.
Sebelumnya, televisi nasional Iran melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei terluka dalam perang. Ayahnya, mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 28 Februari.
Pernyataan TrumpDalam wawancara dengan Fox News di program The Brian Kilmeade Show, Donald Trump mengatakan: “Saya pikir dia mungkin masih hidup. Saya rasa dia terluka parah, tetapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam kondisi tertentu.”
Iran Menyatakan Hanya Luka RinganSeorang pejabat Iran pada 11 Maret mengatakan kepada Reuters bahwa pemimpin tertinggi yang baru tersebut hanya mengalami luka ringan, namun masih tetap menjalankan urusan pemerintahan.
Dalam pidato publik pertamanya, Mojtaba Khamenei bersumpah akan terus memblokade Strait of Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka, jika tidak maka Iran dapat menjadikan pangkalan-pangkalan tersebut sebagai target serangan.
Pernyataan Iran di PBBNamun demikian, duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani mengatakan kepada wartawan di United Nations bahwa:
- Iran tidak akan menutup Selat Hormuz
- Iran tetap memiliki hak untuk menjaga perdamaian dan keamanan jalur laut tersebut
Ia juga menegaskan bahwa Iran masih berkomitmen menjaga kebebasan pelayaran, namun menyalahkan Amerika Serikat atas meningkatnya ketegangan di kawasan selat Hormuz. (Hui)





