Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menyiapkan layanan khusus untuk menyambut kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada periode mudik Lebaran 2026 di berbagai titik kedatangan seperti bandara, pelabuhan internasional, dan pos lintas batas negara.
Layanan Disiagakan di Titik KedatanganDirektur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI Mangiring Hasoloan Sinaga mengatakan petugas telah disiagakan di sejumlah lokasi strategis guna memudahkan pelayanan bagi pekerja migran yang kembali ke Indonesia.
"Teman-teman pelayanan kita di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah kami siagakan. Ini arahan langsung dari Pak Menteri P2MI agar pelayanan kepada pekerja migran yang pulang ke tanah air dapat berjalan optimal," ungkapnya.
Ia menjelaskan lokasi pelayanan meliputi halte layanan pekerja migran Indonesia, lounge pekerja migran di bandara, pelabuhan internasional, serta pos lintas batas negara.
Petugas di lapangan akan membantu berbagai kebutuhan pekerja migran yang baru tiba di Indonesia, termasuk proses kepulangan hingga penanganan berbagai kendala yang mungkin terjadi selama perjalanan.
"Kita sudah menyiapkan petugas dari 23 BP3MI di seluruh Indonesia. Mereka standby memberikan pelayanan, termasuk jika ada pekerja migran yang mengalami kerugian atau kendala dalam perjalanan," jelas Mangiring Hasoloan Sinaga.
Potensi Lonjakan Kepulangan Pekerja MigranHingga saat ini belum terdapat angka resmi mengenai jumlah pekerja migran yang diperkirakan pulang pada musim mudik Lebaran tahun ini.
Perkiraan jumlah tersebut biasanya dihimpun oleh Direktorat Pemulangan.
Meski belum ada angka resmi, jumlah pekerja migran yang pulang diperkirakan berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode mudik Lebaran tahun lalu tercatat sekitar 14 ribu pekerja migran kembali ke Indonesia.
Peningkatan jumlah kepulangan pekerja migran juga dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
"Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah pekerja migran yang pulang bisa saja terjadi," ujarnya.
Selama ini mayoritas pekerja migran yang pulang saat musim mudik berasal dari negara-negara dengan jumlah penempatan pekerja migran Indonesia yang besar.
Terkait kabar penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah, pemerintah memastikan belum ada laporan pekerja migran yang tertahan.
"Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada pekerja migran yang tertahan. Bahkan kemarin ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa pekerja migran terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya," tegas Mangiring Hasoloan Sinaga.




