Pesan Menkes ke Orang Tua Cegah Campak di Musim Mudik Lebaran: Anak Diimunisasi

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan para orang tua untuk memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi campak sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran.

"Untuk anak-anak yang mudik supaya nggak kena campak, imunisasi ya," ucap Budi.

Hal itu disampaikan Budi usai acara Penyerahan Ambulans pada Daerah Terdampak Bencana Hidrometeorologi Sumatera di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).

Budi mengatakan, mobilisasi besar-besaran masyarakat saat Lebaran berpotensi mempercepat penyebaran campak jika anak-anak belum memiliki kekebalan dari imunisasi.

“Kalau anak-anaknya terkena campak atau ada orang tua yang terkena campak kemudian bergerak, itu bisa menularkan yang lain. Itu sebabnya imunisasi ini penting,” kata Budi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menjalankan program percepatan imunisasi campak di 50 kabupaten/kota.

Program tersebut sudah berjalan sekitar satu minggu dengan capaian awal yang dinilai cukup baik.

Menurutnya, pemerintah menargetkan cakupan imunisasi bisa mencapai minimal 95 persen dalam waktu dekat agar penularan campak dapat ditekan.

“Campak itu reproduction rate-nya 12 sampai 18. Artinya satu orang bisa menularkan sampai 18 orang. Jadi kalau kita mau menahan penularan, minimal 95 persen masyarakat harus memiliki kekebalan melalui imunisasi,” ujar Budi.

Percepatan Dikebut Lewat Puskesmas & Posyandu

Percepatan imunisasi campak tersebut dilakukan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan posyandu yang dikoordinasikan oleh dinas kesehatan daerah.

Pemerintah pusat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, terutama menjelang masa mudik Lebaran.

“Ini lebih ke puskesmas dan posyandu yang dikoordinasikan oleh dinas kesehatan,” kata Budi.

Ia berharap target percepatan imunisasi dapat tercapai sebelum Lebaran sehingga risiko penularan selama periode mudik bisa ditekan.

Risiko Lonjakan Kasus Saat Libur Lebaran

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga mengingatkan adanya potensi kenaikan kasus campak selama periode libur Lebaran karena tingginya mobilitas dan aktivitas berkumpul masyarakat.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan tren kasus campak sebenarnya mulai menunjukkan penurunan hingga minggu ke-8 tahun ini. Namun potensi peningkatan tetap perlu diwaspadai.

“Jika ada balita atau seseorang yang menderita suspek seperti demam kemudian ada ruam campak, maka ada baiknya tidak ke mana-mana dulu. Apalagi ini mau libur Lebaran, kemungkinan orang-orang untuk kumpul bersama itu besar,” kata Andi dalam konferensi pers, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan sepanjang 2026 tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak.

Pada minggu ke-8 tahun ini terjadi penambahan 506 suspek dibandingkan minggu sebelumnya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi guna mencegah penyebaran campak, terutama saat periode mudik Lebaran yang melibatkan mobilitas masyarakat secara masif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atta dan Aurel Buka Restoran Nasi Bungkus Lemak Bakar, Harga Mulai Rp 15 Ribuan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Mayoritas Pemda Belum Menyalurkan THR PNS & PPPK, Harap-Harap Cemas, Ternyata Ada Kabar Baik
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Polri Tangkap Pengedar Sabu di Ruko Sunter Mal Jakut
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Telkom University Gandeng Cyberport Hongkong Dorong Startup Go Internasional
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
RI-Jepang perkuat kerja sama energi bersih hingga rantai pasok global
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.