jpnn.com, JAKARTA - Grup Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) mengintegrasikan berbagai inisiatif lingkungan melalui Ajinomoto Health Provider, yang sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memperkuat kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui AminoScience.
Melalui Ajinomoto Health Provider, perusahaan menghadirkan berbagai rangkaian inisiatif lingkungan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Gandeng BAZNAS, Ajinomoto Hadirkan Dapur Umum Bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatra
Di antaranya inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Pada 2020 Ajinomoto telah menerapkan berbagai terobosan seperti penggunaan material daur ulang dengan menggunakan kemasan mono-material, serta pengurangan ketebalan kemasan guna meminimalkan penggunaan plastik pada beberapa produk.
BACA JUGA: Tingkatkan Kesadaran Asuransi Kepada Masyarakat, Jasindo Bersinergi dengan Berbagai Perusahaan
Ajinomoto menjadi perusahaan pertama yang menggunakan kemasan produk MSG yang mengandung bahan kertas dengan memperkenalkan AJI-NO-MOTO® Paper Packaging, yaitu kemasan yang mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30%.
“Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab,” ujar Grant Senjaya, Head of Corporate Communication – PT Ajinomoto Indonesia.
BACA JUGA: Gelar Safari Ramadan di Berbagai Daerah, Jamkrindo Salurkan Bantuan Sosial
Untuk produk lainnya seperti Masako®, penerapan gerakan “No Inner Plastic” serta pengurangan header part berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4%. Sementara itu, inovasi kemasan Sajiku® berbahan mono-material memberikan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan.
Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan tersebut telah memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada 2025, sebuah kontribusi signifikan dalam mendukung upaya nasional menekan timbulan sampah plastik.
Ajinomoto terus memperluas dampak keberlanjutannya melalui kerja sama dengan startup, seperti Rekosistem dengan penyediaan fasilitas waste station, yang beroperasi di Surabaya dan Mojokerto, hal ini memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menyetorkan sampah terpilah mereka.
Selain menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah, Ajinomoto juga menjalin kerja sama dengan berbagai bank sampah, seperti Bank Sampah Gunung Emas (Jakarta Timur), Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, serta TPS 3R di wilayah Karawang dan Mojokerto.
Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Dari seluruh inisiatif tersebut, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah sepanjang 2025.
Kehadiran fasilitas ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi pada beberapa komunitas juga membuka peluang ekonomi melalui skema pengumpulan sampah.
Ajinomoto menyadari edukasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program keberlanjutan ini.
Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri) dengan menjalankan tujuan utama penarikan sampah plastik multilapis (MLP) dan Greenducation.
Guna meningkatkan kesadaran pemilahan sampah Ajinomoto hadir dengan Greenducation di Jakarta Timur, Bekasi dan Karawang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memisahkan sampah plastik dengan sampai lainnya agar tidak mencemari lingkungan yang nantinya dapat dilakukan recycle untuk menghasilkan produk yang lebih berdaya guna.
Selama satu tahun, program ini telah mengedukasi 2.400 peserta dari komunitas, sekolah, dan warung makan mengenai dampak pilah sampah, sekaligus menyediakan drop box untuk memudahkan mitra warteg, warung, dan pelaku usaha kecil lainnya dalam menyetorkan kemasan-kemasan Ajinomoto mereka.
Tidak hanya menyasar masyarakat, Ajinomoto juga meningkatkan literasi lingkungan untuk karyawan sebagai bagian dari peran mereka sebagai Ajinomoto Health Provider.
Program Greenducation juga dilaksanakan di secara nasional. Edukasi ini mencakup pemilahan sampah menjadi tiga kategori organik, anorganik, dan residu serta penyediaan fasilitas drop box untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah di lingkungan kerja.
“Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat. Ajinomoto juga berharap rangkaian program ini dapat memberikan dampak nyata, mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Grant Senjaya.(chi/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ekspansi Bisnis Soil Stabilization, SIG Gandeng Taiheiyo Cement Corporation
Redaktur & Reporter : Yessy Artada




