Unej-Perhutani kolaborasi riset dan ketahanan pangan di Jember

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Jember (Unej) dan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur membangun kolaborasi untuk riset dan ketahanan pangan di Kabupaten Jember, karena kabupaten itu memiliki hutan paling lengkap di provinsi ini, membentang dari ekosistem dataran tinggi hingga wilayah pesisir pantai.

Kedua pihak resmi menyepakati kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dihadiri oleh Rektor Unej Iwan Taruna dan Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perum Perhutani, Wawan Triwibowo di Rektorat Unej, Kamis.

"Hutan di Jember itu lengkap, mulai dari dataran tinggi sampai pinggir pantai semua ada di sini. Itu bisa jadi laboratorium kehutanan bagi dunia pendidikan," kata Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perum Perhutani Wawan Triwibowo di Kampus Unej.

Baca juga: Pemkab Banyuwangi-Perhutani tanam 200.000 pohon, reforestasi hutan

Menurutnya, kelengkapan vegetasi tersebut menjadikan Jember sebagai laboratorium kehutanan yang sangat ideal bagi dunia pendidikan di Jawa Timur dan Perhutani sudah 65 tahun mengelola hutan di salah satu negara dengan kawasan hutan terbesar di dunia. Saat ini, Perhutani tengah melakukan transformasi besar dengan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kayu jati.

"Tantangan nyata saat ini seperti perubahan iklim dan kondisi hutan yang kurang sehat di area sungai. Perhutani mencatat hanya sekitar 680 hektare kawasan yang benar-benar masih berfungsi sebagai hutan murni dan sehat dari total jutaan hektare yang ada, karena sisanya telah mengalami degradasi dan beralih fungsi menjadi lahan jagung oleh masyarakat," katanya.

Dalam pelaksanaannya, Perhutani akan menyediakan kawasan hutan sebagai lokasi kegiatan lapangan bagi mahasiswa serta dukungan pembimbing teknis di lapangan, sedangkan pihak kampus akan menyiapkan dukungan akademik, pembimbing, serta pembiayaan kegiatan mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut.

Perjanjian kerja sama itu berlaku selama dua tahun, mulai 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2028 yang akan dilaksanakan melalui berbagai program penelitian, praktik lapangan, magang, serta kegiatan ilmiah lainnya yang mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan kompetensi mahasiswa.

Dengan adanya kerja sama itu diharapkan sinergi antara dunia akademik dan pengelola hutan negara dapat semakin memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Baca juga: Pemkab Jember dan Perhutani jalin kerja sama kelola wisata pantai

Baca juga: Menhut: Perhutanan sosial dukung upaya ketahanan pangan

Sementara Rektor Unej Iwan Taruna menyambut baik fakta tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk berkontribusi terhadap pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan dan menekankan bahwa pengelolaan hutan saat ini harus bergeser dari sekadar fokus produksi menuju pelestarian pembangunan yang berdampak nyata.

"Pihak kampus ingin memastikan bisa memfasilitasi masyarakat melalui kolaborasi yang berdampak langsung. Melalui kerja sama yang terbuka bagi seluruh fakultas itu, kami ingin mengoptimalkan hutan sebagai sumber kehidupan, terutama di saat negara tengah fokus pada ketahanan pangan," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Tambah SPKLU di Jalur Mudik Lebaran 2026 untuk Antisipasi Lonjakan Mobil Listrik
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Puncak Musim Kemarau 2026 Bakal Lebih Kering, Kapan Terjadinya?
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Latihan Militer Gabungan AS–Korea “Freedom Shield” Dimulai, Ada Pergerakan Pasukan AS di Korea Selatan
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Bali Siap Bangun PSEL, Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Ditargetkan Diluncurkan 6 April 2026
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Antisipasi Kebocoran Aset, Prabowo Siapkan Utusan Khusus di Tiap BUMN
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.