Masih Ada Warga yang Panic Buying BBM, Ini Kata Bahlil

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara mengenai masih adanya warga yang melakukan panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Bahlil menegaskan, stok BBM nasional dalam kondisi aman.

Ia turut memastikan cadangan BBM saat ini cukup untuk sekitar 23 hari, yang mana tangki penyimpanannya bisa langsung diisi ulang kembali.

"Stok kita itu dalam kondisi yang aman. 23 hari, enggak perlu ada panic buying. 23 hari yang dimaksudkan itu adalah di dalam tangki kita," ujar Bahlil di Istana, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Konsumsi BBM di Sumatera Barat Diprediksi Naik 8 Persen Saat Mudik Lebaran 2026

Bahlil menambahkan, angka tersebut hanya menggambarkan stok yang tersedia di dalam tangki penyimpanan.

Maka dari itu, dirinya memastikan pasokan BBM akan selalu ada, karena produksi dan distribusi terus dilakukan.

"Tapi kan produksi terus, kita produksi terus dan ada masuk terus. Tolong teman-teman media juga menyampaikan informasi yang enak," ucapnya.

Lebih jauh, terkait kemungkinan tambahan anggaran subsidi energi, Bahlil menyebut pemerintah hingga saat ini belum menghitung secara pasti besaran kenaikannya.

Sebab, kata Ketum Golkar ini, perhitungan tersebut masih menunggu perkembangan harga minyak dunia.

"Sampai dengan kemarin saya hitung, angka rata-rata dari Januari sampai dengan sekarang, itu belum melampaui 70 USD per barrel. Karena kemarin kan di bawah 70 USD. Nah, kemudian naik beberapa hari ini menjadi 80-90, ada yang 112 USD per barrel," jelas Bahlil.

"Sekarang sudah turun lagi kan, di bawah 100 USD. Nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya," imbuhnya.

Baca juga: Stok BBM Aman sampai 23 Hari, Konsumsi Diprediksi Naik 12 Persen

Dilansir dari Kompas TV, fenomena panic buying terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Warga mengantre panjang untuk membeli BBM karena khawatir ketersediaan bahan bakar berkurang akibat dampak perang di Iran.

Dalam sepekan terakhir, antrean BBM, khususnya jenis solar, bahkan mencapai hingga satu kilometer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Data Dukcapil: Junaidi dan Nur Hayati Jadi Nama Paling Banyak Dipakai di Indonesia
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Harga Minyak Naik Hampir 5 Persen Usai Serangan Kapal di Selat Hormuz
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Sambut Pemudik, Pemprov Jateng Sediakan Internet Gratis di 382 Titik
• 13 jam laludetik.com
thumb
Sadis! Komplotan Perampok SPBU di Bekasi Hajar dan Sekap 5 Karyawan, Rp130 Juta Raib
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Pencuri Motor Bersenpi Beraksi di Tangerang, Polisi Selidiki
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.