IHSG Tertekan Lonjakan Harga Minyak Global

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan menekan pergerakan indeks ke level 7.200.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berada di bawah tekanan pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat 13 Maret 2026. 

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah menjadi faktor utama yang membayangi sentimen pasar domestik.

Berdasarkan analisis dari Phintraco Sekuritas, indeks diperkirakan bergerak secara sideways dengan kecenderungan melemah. 

Secara teknikal, pergerakan hari ini akan menguji level support di rentang 7.250 hingga 7.300, dengan titik resistansi berada pada level 7.400.

Dampak Geopolitik terhadap Komoditas…

Pelemahan ini menyusul penutupan perdagangan sebelumnya di mana IHSG terkoreksi 0,37 persen ke posisi 7.362,12. 

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk laporan serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk, telah mengganggu stabilitas pasar energi global.

Kondisi tersebut kian pelik meski Badan Energi Internasional (IEA) telah mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala besar.

 Analis menilai langkah IEA tersebut justru menjadi sinyal kuat bahwa risiko gangguan pasokan masih sangat tinggi dalam jangka panjang.

"Kenaikan harga minyak mentah ini meningkatkan kecemasan akan potensi inflasi dan melebarnya defisit APBN, serta potensi defisitnya neraca perdagangan migas," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset resminya.

Proyeksi Ekonomi dan Sektor Terdampak

Di pasar sektoral, kelompok barang konsumsi non-primer mencatatkan koreksi terdalam, sementara sektor transportasi justru berhasil membukukan penguatan di tengah volatilitas pasar.

Hambatan aliran minyak di Selat Hormuz yang belum menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi dikhawatirkan akan memicu perlambatan ekonomi global. 

Phintraco Sekuritas menekankan bahwa ketidakpastian mengenai durasi konflik ini memperbesar risiko inflasi yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.

Untuk menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif ini, para investor disarankan untuk tetap mencermati saham-saham dengan fundamental kuat. Beberapa emiten yang direkomendasikan untuk diperhatikan hari ini meliputi:

•    PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
•    PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
•    PT Indosat Tbk (ISAT)
•    PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
•    PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Setujui RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Jadi Usul Inisiatif
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Lakukan Intimidasi dan Keroyok Warga di Bandung, Enam Orang Mata Elang Ditangkap
• 17 jam lalukompas.id
thumb
KDM Guyur Rp6,9 Miliar sebagai Kompensasi Angkutan Umum di Jabar yang Libur di Jalur Wisata dan Mudik Lebaran 2026
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Jaksa Tuntut Mantan Dirut Inhutani V Dicky Yuana Rady 4 Tahun 10 Bulan Penjara dalam Kasus Suap
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.