Pendapatan Melonjak, Bukalapak (BUKA) Berbalik Untung Rp3,14 Triliun di 2025

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan lonjakan kinerja pada tahun buku 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp3,14 triliun, berbalik dari posisi rugi Rp1,54 triliun pada 2024.

Perbaikan kinerja ini tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Sepanjang tahun lalu, Bukalapak mencatat pendapatan sebesar Rp6,5 triliun, melonjak 46% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp4,5 triliun pada 2024.

Kontributor terbesar pendapatan berasal dari segmen gaming yang melonjak tajam menjadi Rp5,34 triliun, dari sebelumnya Rp1,75 triliun. Sementara itu, segmen online to offline membukukan pendapatan Rp810,32 miliar, turun dari Rp2,08 triliun. Segmen ritel menyumbang Rp301,84 miliar dari sebelumnya Rp626,19 miliar.

Kontribusi lain datang dari segmen investasi sebesar Rp69,96 miliar, naik dari Rp53,21 miliar, serta segmen korporasi Rp46,88 miliar dari Rp80,32 miliar, yang kemudian dikurangi eliminasi Rp66,18 miliar.

Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menyatakan bahwa perusahaan kini semakin fokus pada penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang.

"Tahun 2025 adalah momen penting bagi kami untuk memperkuat fondasi perusahaan dengan berfokus pada strategi yang dapat memberikan nilai jangka panjang kepada stakeholders kami" ungkapnya.

Baca Juga: Jadi Motor Penggerak, Begini Strategi Bukalapak (BUKA) Pacu Bisnis Gaming di 2026

Seiring pertumbuhan pendapatan tersebut, Bukalapak juga mencatatkan perbaikan signifikan pada Adjusted EBITDA. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil memangkas Adjusted EBITDA dari negatif Rp340 miliar pada 2024 menjadi hanya negatif Rp62 miliar.

Kinerja operasional juga tercermin dari Adjusted EBITDA ditambah Net Interest Income yang meningkat menjadi Rp747 miliar pada 2025, dibandingkan Rp692 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, posisi keuangan perusahaan turut menunjukkan penguatan. Total aset tercatat Rp26,03 triliun, naik dari Rp24,79 triliun pada periode sebelumnya.

Sementara itu, liabilitas turun menjadi Rp717,29 miliar dari Rp1,09 triliun, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp25,31 triliun dari Rp23,7 triliun.

Baca Juga: Bermodal Rp300 Ribu, Mitra Bukalapak Ini Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga

Dengan cadangan kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp17,8 triliun, Bukalapak memiliki fleksibilitas modal yang kuat untuk melanjutkan strategi pertumbuhan jangka panjang, mendorong inovasi produk, serta menangkap berbagai peluang baru di pasar digital yang terus berkembang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tandatangani SKB 7 Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Dampak Perang Timur Tengah, Kemenpar Perkuat Pasar Asia dan Oceania
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Arus Mudik, Polres Magetan Siagakan 800 Personil Gabungan
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Diputuskan Ammar Zoni, Kamelia Tak Menyayangkan Hubungannya yang Kini Kandas: Jodoh Enggak Akan Tertukar
• 18 jam lalugrid.id
thumb
HNW Dorong Penyelenggaran Haji Jadi Momentum Perdamaian di Timur Tengah
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.