Kebakaran di Tambora, Jakarta Barat (Jakbar) menghanguskan rumah toko (ruko) hingga puluhan rumah. Ratusan jiwa terdampak kebakaran ini.
"Jumlah terdampak kebakaran 58 KK (kepala keluarga), 213 jiwa," kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakbar, Ahmad Saiful Kahfi, Jumat (13/3/2026).
Warga terdampak itu berasal dari 2 wilayah RT yakni RT 10 dan RT 11. Kebakaran itu bermula dari rumah toko (ruko) di Jalan Tanah Sereal RT 11 RW 9, Tanah Sereal, Tambora, Jakbar.
Diperkirakan luas area yang terbakar sekitar 1.000 meter persegi. Kebakaran diketahui warga yang melihat karyawan konfeksi berlarian meminta tolong untuk memadamkan api.
"Warga yang sedang bermain karambol melihat karyawan konveksi berlarian meminta pertolongan untuk mencoba memadamkan api yang membakar mesin konveksi di lantai 1 namun api tidak bisa dipadamkan dan semakin membesar merambat ke lantai 3," ujarnya.
Kebakaran itu dilaporkan ke petugas damkar pada pukul 02.34 WIB. Petugas tiba di lokasi dan memulai operasi pemadaman pukul 02.42 WIB.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada mesin konfeksi di ruko tersebut. BPBD DKI Jakarta mencatat, kebakaran berdampak pada 25 rumah serta 200 warga dari 20 KK.
"Penyebab kebakaran, dugaan sementara korsleting mesin konfeksi," ucap Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kebencanaan BPBD DKI Jakarta M Yohan.
Lima petugas dan dua warga terluka akibat kebakaran tersebut. Warga yang terdampak kebakaran mengungsi sementara di musala di Jalan Tanah Sereal XII Gang Unitas, Tambora.
(jbr/dhn)





