Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca selama periode Lebaran 2026 akan didominasi oleh kondisi berawan dengan potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyatakan, secara umum cuaca pada periode tersebut masih berpotensi didominasi hujan, meski sebagian wilayah mulai menunjukkan tanda peralihan menuju musim kemarau.
Menurut Faisal, kondisi atmosfer pada Maret 2026 masih mendukung terbentuknya hujan di banyak wilayah Indonesia.
Wilayah Rawan Hujan Sangat LebatDilansir dari laman bmkg.go.id, pada periode 11-20 Maret hingga 21-30 Maret 2026, cuaca diperkirakan umumnya berupa hujan ringgan hingga sedang, namun ada juga potensi hujan lebat di beberapa daerah.
BMKG mencatat potensi hujan lebat selama periode tersebut terjadi di beberapa wilayah, antara lain:
-
Lampung
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
Nusa Tenggara Timur
-
Papua Pegunungan
Secara umum, kondisi cuaca selama periode Lebaran diprediksi berawan hingga berpotensi hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Imbauan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas wisata selama libur Hari Raya Idulfitri untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca.
Pada April 2026 perkiraan MBKG curah hujan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi di sebagaian wilayah Indonesia.
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi cuaca menjelang dan selama periode Lebaran. Salah satu faktor utama adalah pengaruh Monsun Asia. Monsun ini membawa massa udara basah, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi pertumbuhan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia yang diprediksi curah hujan sangat tinggi terjadi di Papua Tengah.
Persiapan Masyarakat dan PemerintahBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional dan berbasis kebutuhan sebagai langkah mitigasi bencana. upaya ini dilakukan untuk menekankan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
Selain itu, BMKG juga memperkuat sistem layanan informasi cuaca yang terintegrasi untuk mendukung sektor tranportasi darat, laut dan udara selama periode mudik Lebaran.
Beberapa platform yang disiapkan antara lain Ina-SIAM untuk sektor penerbangan, InaWIS untuk sektor maritim, serta Digital Weather for Traffic (DWT) yang informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini berbasis nowcasting di sepanjang jalur transportasi darat.
BMKG juga menyiapkan prakiraan cuaca khusus untuk destinasi wisata yang biasanya ramai dikunjungi selama libur Lebaran, diantaranya Labuan Bajo, Danau Toba, serta kawasan Gunung Bromo.
Bantuan operasiona juga dilakukan melalui posko pusat dan daerah yang ditempatkan di pelabuhan utama, bandara, dan rest aera jalan tol, bersungsi untuk memberikan informasi cuaca secara berkala kepada masyarakat.





