Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Polisi Menduga Ada 2 Pelaku

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com -  


JAKARTA - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram air keras.  Polda Metro Jaya menduga penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS itu dilakukan oleh dua orang.

BACA JUGA: Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Menteri HAM Beri Respons Begini

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap hal tersebut.

"Kalau informasi awal ada dua orang yang patut diduga, tetapi ini masih kami dalami. Kami sekarang mengedepankan pemulihan dahulu kepada korban," kata Budi di Jakarta, Jumat (13/3).

BACA JUGA: Andrie Yunus Disiram Air Keras, Bonnie Triyana: Ini Mirip Praktik Kotor Masa Lalu

Budi menambahkan bahwa pihaknya saat ini masih fokus terhadap penanganan medis bagi korban.

Sebab, kondisi terkini korban belum bisa memberikan keterangan yang banyak kepada kepolisian.

BACA JUGA: Kecam Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS, Komnas HAM Desak Polisi Usut Tuntas

"Karena pada saat penyiraman ada pengelupasan di bagian tangan, badan, maupun wajah," ungkapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat ataupun rekan dari korban apabila ada informasi yang dianggap mungkin tidak penting tetapi bagi penyelidik itu sangat penting, Budi berharap ada komunikasi. 

"Polda Metro Jaya termasuk Ditreskrimum pasti juga akan bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat akan mengungkapkan perkara ini," katanya.

Budi menambahkan pihaknya telah mengambil keterangan dari beberapa saksi, mengolah barang bukti dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sebelumnya, KontraS mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Jakarta Pusat.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan serangan tersebut merupakan bentuk kekerasan serius terhadap pembela hak asasi manusia (HAM) yang harus segera direspons melalui penyelidikan menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

“Peristiwa ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” kata Dimas dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, Andrie Yunus diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) dengan cara disiram air keras sehingga menyebabkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik, Bikin Mudik Aman dan Nyaman
• 16 jam laludisway.id
thumb
Stadion Baru MU Membengkak Jadi Rp60 Triliun, Negosiasi Lahan Alot hingga Proyek Terancam Molor 10 Tahun
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Belanda-Islandia Bergabung dengan Afrika Selatan Gugat Israel ke Mahkamah Internasional
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Iran Buru 11 Ribu Tentara AS, Tuduh AS Pakai Negara Arab sebagai Perisai Manusia
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
BPTD Kelas II Sulsel Gelar Ramp Check di Terminal Lumpue, 59 Kendaraan Ditilang
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.