Pada Maret 2026, Indonesia resmi mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi sistem rudal supersonik BrahMos yang diproduksi oleh India dan Rusia. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia, khususnya di sektor maritim.
Nilai kontrak pembelian rudal ini diperkirakan berada di antara USD 200 juta hingga USD 350 juta, yang setara dengan sekitar Rp 3,3 triliun hingga Rp 5,9 triliun.
"Bagian dari modernisasi perangkat keras militer dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/3).
Rico Ricardo Sirait menambahkan bahwa pengadaan tersebut semakin memperkuat kemitraan strategis india dan India di bidang pertahanan, lapor outlet berita lokal Jakarta Globe. Sistem baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pencegahan dalam menjaga kedaulatan nasional.
Meskipun Rico menolak untuk mengonfirmasi nilai total dari kontrak tersebut, banyak sumber menyebutkan bahwa besaran nilai kontrak mencerminkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan kapasitas alutsista.
Keunggulan Teknologi Rudal BrahMosRudal BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah tercepat di dunia, dengan berbagai keunggulan yang sangat menjadikannya unggul di lapangan. Kerja sama antara Defence Research and Development Organisation (DRDO) India dan NPO Mashinostroyenia Rusia telah menghasilkan sistem senjata yang membawa banyak inovasi teknologi.
Kecepatan TinggiSalah satu fitur paling menarik dari rudal BrahMos adalah kecepatannya yang mencapai sekitar Mach 2,8 hingga Mach 3, hampir tiga kali lipat kecepatan suara. Kecepatan ini memberikan keuntungan strategis dalam pertempuran, karena memberi waktu yang lebih sedikit bagi musuh untuk bereaksi saat rudal diluncurkan. Dengan kecepatan tinggi ini, BrahMos mampu menjangkau sasaran dalam waktu singkat, menjadikannya pilihan ideal untuk misi serangan cepat.
Jangkauan dan PresisiBrahMos memiliki jangkauan yang bervariasi, tergantung pada versi yang digunakan. Versi ekspor dari rudal ini memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer, sementara varian yang lebih baru mampu mencapai lebih dari 400 kilometer. Tak hanya itu, sistem ini juga dirancang dengan tingkat presisi tinggi, dapat terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari deteksi radar, sehingga meningkatkan kemungkinan sukses dalam misi.
Fleksibilitas Peluncuran RudalKeunggulan lain dari sistem rudal BrahMos adalah kemampuannya untuk diluncurkan dari berbagai platform. Fleksibilitas ini memungkinkan pengguna untuk mengoptimalkan strategi tempurnya, sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Beragam Platform PeluncuranRudal BrahMos dapat diluncurkan dari platform yang berbeda, termasuk darat, laut, dan udara. Ini mencakup kapal perang, kapal selam, dan pesawat tempur, yang memungkinkan penggunanya untuk mengadaptasi taktik penyerangan sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Di India, rudal ini digunakan oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, yang menunjukkan betapa serbagunanya sistem ini.
Contoh Penggunaan di Negara LainSebelum Indonesia, Filipina merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang membeli sistem BrahMos. Kontrak pembelian yang ditandatangani pada tahun 2022 menunjukkan kepercayaan negara lain terhadap efektivitas dan efisiensi rudal ini dalam membangun pertahanan maritim. Pengalaman Filipina dengan BrahMos, yang dijadwalkan akan mulai menerima pengiriman pada tahun 2024, diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia dalam implementasi sistem ini.





