Perusahaan teknologi asal Singapura, Sea Limited, mencatatkan lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025. Induk Shopee ini mencatatkan keuntungan yang naik sekitar tiga kali lipat dari 2024.
Laba bersih induk Shopee pada 2025 mencapai US$ 1,6 miliar atau Rp 27,01 triliun. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya US$ 447,8 juta atau setara Rp 7,56 triliun.
Forrest Li, Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Sea Limited, mengatakan semua bisnisnya pada tahun lalu berkembang baik melampaui ekspektasi pertumbuhan awal. “Pertumbuhan yang kuat ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna yang kami layani,” kata Forrest Li dalam pernyataan tertulis, Selasa (3/3).
Sepanjang tahun lalu, Shopee melayani sekitar 400 juta pembeli aktif dan 20 juta penjual. Sementara itu, layanan keuangan digital Sea menjaring lebih dari 20 juta peminjam baru. Di sisi lain, unit game Garena mencatat rata-rata lebih dari 100 juta pemain aktif harian sepanjang tahun.
Kinerja Shopee Sepanjang 2025Platform e-commerce Shopee menjadi kontributor utama pertumbuhan Sea. Forrest Li mengatakan, volume transaksi dan nilai perdagangan bruto atau gross merchandise value (GMV) platform ini terus meningkat. Hal seiring ekspansi pengguna dan Forrest Li.
Rincian kinerja Shopee 2025:
- GMV: US$ 127,4 miliar atau Rp 2.150,3 triliun, naik 26,8% secara tahunan
- Total pesanan: 13,9 miliar transaksi, naik 27,2%
- Pendapatan Shopee: US$ 16,6 miliar atau Rp 280,19 triliun, naik 33,4%
- Pendapatan marketplace: US$ 14,5 miliar atau Rp 244,75 triliun, meningkat 33,9%
- Adjusted EBITDA: US$ 880,6 juta atau Rp 14,86 triliun, melonjak dari US$ 155,8 juta atau Rp 2,63 triliun pada 2024
Memasuki 2026, Sea menargetkan pertumbuhan transaksi Shopee tetap agresif namun dengan fokus menjaga profitabilitas.
Untuk tahun 2026, perusahaan akan meningkatkan GMV tahunan Shopee sekitar 25% secara tahunan dengan EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh tidak lebih rendah dari tahun 2025 dalam nilai absolut dolar.
“Kami percaya ini adalah strategi yang tepat untuk mengoptimalkan profitabilitas jangka panjang Shopee,” kata Forrest Li.
Menurutnya, strategi perusahaan akan tetap berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan pengguna. Ia mengatakan perusahaan akan meningkatkan keunggulan operasional dan berupaya untuk memberikan pertumbuhan yang kuat serta keuntungan yang sehat di tahun berikutnya.




