JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) dan Elpiji mencukupi. Ia pun mengimbau masyarakat tidak panic buying (membeli barang dalam jumlah besar yang dipicu rasa panik).
Hal ini disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Operasi Ketupat 20206 di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
"Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan Elpiji nasional masih mencukupi. Karena itu, masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying," katanya, seperti dipantau dari Breaking News KompasTV.
Listyo dalam amanatnya juga membahas mengenai persoalan konflik di Timur Tengah yang berdampak pada meningkatnya harga minyak dunia.
"Situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang semakin meningkat, mulai dari konflik antara Israel dan Palestina, hingga Israel-Amerika Serikat dan Iran," ujarnya.
Ia mengatakan konflik tersebut telah menyebabkan meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta memicu rangkaian aksi balasan militer dan serangan terhadap infrastruktur seperti kilang minyak.
Menurut dia, situasi tersebut berimplikasi terhadap gejolak harga minyak dunia yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi global.
Baca Juga: Drone Shahed-136 Iran Hantam Penyimpanan Minyak Oman, Kebakaran Besar di Pelabuhan Salalah
"Apabila situasi ini tidak membaik, maka akan berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, memicu kenaikan harga berbagai komunitas yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatnya inflasi, dan pengetatan kebijakan fiskal yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional," ujar Listyo.
Ia mengatakan, meskipun pada 10 Maret 2026 harga minyak dunia sempat menurun, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai mengingat situasi global masih belum sepenuhnya stabil.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kapolri
- listyo sigit prabowo
- bbm
- elpiji
- stok bbm
- panic buying





